Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Sejarah awal ditemukannya Kamera

   Haii, Sekarang kita membahas tentang kamera,tapi sebelum itu kita bahas mengenai sejarah awal kamera dahulu tentunya,
Kamera Obscura
  Check this,, Kamera dulu sebenarnya ngga seperti kamera sekarang yang udah pada canggih bisa diselipin dipulpen ato dibikin sekecil mungil karena kamera dulu petama diciptaka memiliki ukuran yang bisa dibilang BESAR bukan besar ya,, haha
  Kamera OBSCURA adalah prinsip kamera pertama kali yang ditemukan oleh Ibn al-Haytham. beliau adalah Ilmuwan kelahiran Basra, Irak yang ada dalam bukunya yaitu Book of Optics,, menggunakan lubang jarum untuk lensa, dan digunakannya dinding dalam ruangan yang gelap untuk memproyeksikan apa yang ada di luar ruangan ke dalam dengan keadaan gambar terbalik.
    Obscura sendiri dalam bahasa latin berarti ruangan gelap. Meski prinsip si kamera sudah ditemukan pada waktu itu namun hasilnya pun belum bisa dicetak layaknya sekarang. Kamera Obscura adalah kotak proyeksi dimana didalamnya belum dilengkapi dengan film untuk mengabadikannya. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum  bisa dianggap di dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhadap cahaya namun beliau belum menemukan konsep baru bagaimana langkah untuk meneruskan idenya tersebut.

    Namun pada tahun 1826, Joseph N Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan oleh kamera yang dimilikinya, yang berupa gambaran buram dari atap rumah yang terlukis pada sebuah lempengan campuran dari  timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre pun mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di kota Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera Daguerreotype (nanti kita bahas tentang ini) yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya yang menakjubkan, Pemerintah Perancis pun memberikan hadiah yaitu uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang terus dikembangkan hingga saat ini.

Kamis, 15 Desember 2011

Tentang Photography (part2)

Komposisi Pola Garis Diagonal,

Horizontal, Vertical Dan Curve

Di dalam pemotretan nature, pola garis

juga menjadi salah satu unsur yang

dapat memperkuat objek foto. Elemen

garis dibangun dari perpaduan elemen-

elemen lain yang ada di dalam foto.

Misalnya pohon, ranting, daun, garis

cakrawala, gunung, jalan, garis atap

rumah dan lain-lain. Elemen-elemen

yang membentuk pola garis ini

sebaiknya diletakkan di sepertiga bagian

bidang foto. Pola garis ini membuat

komposisi foto menjadi lebih seimbang,

dinamis dan tidak kaku.

Background dan Foreground

Latar belakang atau latar depan adalah

benda-benda yang berada di depan

maupun di depan inti atau objek dari

suatu foto. Meskipun background

maupun foreground mempunyai fungsi

sebagai pendukung untuk memperkuat

kesan dan fokus perhatian kepada objek

serta mood suatu foto, namun sangat

disarankan keduanya tidak lebih

dominan daripada objek intinya. Salah

satu cara yang bisa digunakan untuk

kepentingan ini adalah dengan

mengaburkan (blur) keduanya melalui

pengaturan diafragma.


Published with Blogger-droid v2.0.2

Tentang Photography (Angle of view)

Sudut pengambilan foto sangat

ditentukan oleh tujuan pemotretan.

Beberapa teknik pengambilan foto yang

biasa digunakan diantaranya:

Eye Level Viewing

Ini adalah sudut pengambilan foto yang

paling umum dilakukan, yaitu

pemotretan sebatas mata pada posisi

berdiri. Hasilnya wajar/biasa, tidak

menimbulkan efek-efek khusus yang

terlihat menonjol kecuali efek-efek yang

timbul oleh penggunaan lensa tertentu.

Bird Eye Viewing

Objek dibidik dari atas. Efek yang

tampak subjek terlihat rendah, pendek

dan kecil. Biasanya digunakan untuk

memotret suatu lokasi atau landscape.

Low Angle Camera

Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek

yang timbul adalah distorsi perspektif

yang secara tekhnis dapat menurunkan

kualitas gambar, namun bagi yang

kreatif bisa digunakan untuk

menghasilkan efek khusus.

Frog Eye Viewing

Sudut penglihatan sebatas mata katak.

Pada posisi ini kamera berada di bawah,

hampir sejajar dengan tanah dan tidak

dihadapkan ke atas, tapi mendatar dan

dilakukan dengan tiarap. Biasanya

meemotret seperti ini dilakukan dalam

peperangan dan untuk memotret flora

dan fauna.

Waist Level Viewing

Pemotretan yang dilakukan sebatas

pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan

arah mata (tanpa harus mengintip dari

jendela pengamat). Sudut pengamblan

seperti ini biasanya digunakan untuk

foto-foto candid. Tapi pengambilan foto

seperti ini adalah spekulatif

High Handheld Position

Pemotretan yang dilakukan dengan cara

mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan

kedua tangan tanpa membidik. Ada

unsur spekulatif juga disini, namun ada

kiat untuk melakukan pemotretan

dengan sudut penglihatan ini, yaitu

dengan menggunakan lensa sudut lebar

dan memposisikan gelang focus pada

tak terhingga kemudian memutarnya

balik sedikit saja. Pemotretan seperti ini

biasanya dilakukan untuk memotret

tempat keramaian.


Published with Blogger-droid v2.0.2

Tentang Photography (ISO/ASA)

ISO menyatakan sensitivitas sensor/film.

Makin tinggi ISOnya maka jumlah

cahaya yang dibutuhkan makin sedikit.

Jadi, jika kita berada pada tempat yang

cahanya kurang, maka ISO yang kita

gunakan haruslah tinggi.

Komposisi Fotografi

Selain peralatan, dalam fotografi

ternyata juga harus memperhatikan

komposisi agar menghasilkan foto

berkualitas. Komposisi sendiri adalah

susunan objek foto secara keseluruhan

pada bidang gambar agar objek menjadi

pusat perhatian. Dan berbicara

komposisi maka kan selalu terkait

dengan kepekaan dan sense. Untuk itu ,

melatih kepekaan kita saat memotret

sangatlah dianjurkan agar bisa

mendapatkan komposisi foto yang baik.

Beberapa cara yang bisa dilakukan

untuk mendapatkan komposisi yang

baik diantaranya:

Sepertiga Bagian (Rule of Third)

Dalam aturan umum fotografi,

sebenarnya bidang foto dibagi menjadi

9 bagian yang sama. Sepertiga bagian

adalah teknik dimana kita menempatkan

objek foto pada sepertiga bagian bidang

foto. Hal ini sangatlah berbeda dengan

yang umumnya dilakukan, yaitu

menempatkan objek di tengah-tengah.


Published with Blogger-droid v2.0.2

Tentang Photography (Lens/Lensa)

Lensa adalah alat yang terdiri dari

beberapa cermin yang berfungsi

mengubah benda menjadi bayangan

terbalik dan nyata. Letaknya ada di

depan kamera karenanya ia biasa

disebut mata dari kamera. Beberapa

jenis lensa diantaranya:

Berdasar Prime-Vario

1. Fixed focal/Prime, memiliki

panjang fokal tetap. Lensa ini

kurang flexible, namun

kualitasnya lebih baik daripada

lensa zoom pada harga yang

sama.

2. Zoom/Vario, memiliki panjang

fokal yang dapat diubah.

Berdasar Panjang Fokal

1. Wide, lensa dengan FOV (field of

view) lebar, panjang fokal 35 mm

atau kurang. Lensa ini biasanya

digunakan untuk memotret

pemandangan dan gedung.

2. Normal, panjang fokal sekitar 50

mm. Sudut pandang lensa ini

hampir sama dengan susut

pandang mata manusia.

3. Tele, lensa dengan FOV (field of

view) sempit, panjang fokal 70

mm atau lebih. Lensa ini

digunakan untuk memotret jarak

jauh.

Lensa-lensa Khusus

1. Lensa makro, digunakan untuk

memotret dari jarak dekat.

2. Lensa Tilt and Shift, lensa yang

bisa dibengkokkan.

Berdasar Aperture Maksimumnya

1. Cepat, memiliki aperture

maksimum yang lebar.

2. Lambat, memiliki aperture yang

sempit.


Published with Blogger-droid v2.0.2

Tentang Photography (part1)

Arti dari istilah Fotografi adalah seni

mengabadikan gambar dengan kamera,

namun jika diartikan berdasar asal

katanya fotografi sebenarnya berasal

dari bahasa latin “Photos” yang berarti

cahaya dan “Graphein” yang berarti

menggambar. Karena saya sangat ingin

belajar menggambar dengan

menggunakan cahaya ternyata saya

harus terlebih dulu memahami seluk

beluk alat yang digunakan untuk

menggambar tersebut yaitu kamera dan

juga beberapa teknik dasarnya.

Dalam menggunakan kamera ternyata

ada beberapa hal yang wajib kita tahu

agar bisa menciptakan gambar / image

hebat yang menunjukkan segenap

interpretasi atas apa yang dilihat.

Beberapa hal tersebut diantaranya :

Fokus / Focus

Focus adalah titik api

Rana / Kecepatan

Rana adalah tirai yang bergerak naik

turun di dalam kamera dan berfungsi

untuk mengatur berapa lama film

hendak disinari. Rana memiliki satuan

dengan nomor :

B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000

-2000. Makin cepat, makin sedikit

cahaya yang masuk. Beberapa rana yang

ada dalam kamera diantaranya adalah

rana pusat dan rana celah yang dibagi

menjadi rana celah vertical dan

horizontal. Rana pusat sendiri adalah

rana yang terletak pada lensa

berdampingan dengan diafragma dan

menutupnya dengan cara memusat.

Sedangkan rana celah adalah rana yang

terletak pada kamera, rana celah vertikal

menutup secara vertical dan rana

horizontal menutup secara horizontal.

Aperture / Diafragma

Diafragma adalah lubang dalam lensa

kamera tempat cahaya masuk saat

melakukan pemotretan, atau mudahnya

diafragma adalah bukaan lensa. Setiap

lensa sebenarnya mempunyai

perbedaan ukuran diafragma, namun

biasanya ukuran diafragma dimulai

dengan 2,8-4-5,6-8-11-1-22. Pemilihan

besar kecilnya diafragma pastinya

menghasilkan foto yang berbeda.

Misalnya kita menggunakan diafragma

besar, efeknya adalah makin sempit

ruang tajam, sehingga makin besar efek

blur untuk daerah di luar ruang tajam

yang focus

Pencahayaan

Pencahayaan adalah proses menyinari

film dengan cahaya yang datang dari

luar kamera dengan mengontrol

besarnya diafragma dan kecepatan rana.

Dalam pencahayaan, diafragma

menentukan intensitas cahaya yang

diteruskan ke film. Sedangkan kecepatan

rana menentukan jangka waktu

transmisi sinar.


Published with Blogger-droid v2.0.2